Minggu, 30 Oktober 2011

Kodrat seorang wanita


Di zaman dahulu, karena kesibukannya mengurus rumah tangga sering sekali dalam memberi kesaksian seorang wanita itu suka lupa. Sehingga karena sifat pelupanya itu, maka dahulu di jazirah Arab, setiap kesaksian wanita perlu didukung lebih dari satu wanita.
Contohnya kalau ada peristiwa pencurian dan seorang wanita jadi saksi maka dikhawatirkan bahwa kesaksian wanita itu nggak akan kuat karena wanita itu mungkin berada dalam perasaan takut. Ada pencuri yg mencuri milik orang lain, dan wanita itu sebenarnya menyaksikan kejadian pencurian itu, sudah naluri perempuan untuk terlebih dahulu bersembunyi atau lari. Oleh karena itu, maka bisa saja kesaksian perempuan itu salah sehingga perlu didampingi oleh seorang lagi saksi untuk membuktikan kesaksian perempuan itu.
Sudah kodratnya bahwa wanita itu punya rasa takut yang lebih besar dibanding lelaki kalo diminta untuk bersaksi, dan makanya untuk memberikan kesaksian harus ada 4 orang untuk menguatkannya, seperti tertulis di dalam hadish berikut ini:
Sahih Bukhari Volume 1, Buku 6, No. 301 — Diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri: Pada suatu ketika Nabi Tuhan pergi ke Mushalla (untuk beribadah seperti yang biasa dilakukan pada Idul Adha atau Idul Fitri). Lalu lewatlah beberapa wanita dan Nabi berkata kepadanya, “ Hai Wanita! berilah aku zakat, karena aku melihat bahwa mayoritas penghuni neraka adalah kamu (wanita).” Kemudian bertanyalah para wanita itu,” Mengapa demikian, ya utusan Allah?”. Jawab Nabi,”Karena kamu sering mencaci maki dan tidak mensyukuri suami-mu. Tidak pernah aku melihat orang lain yang lebih bodoh dalam bidang ilmu pengetahuan dan agama dibading kamu. Bahkan kamu bisa membuat laki-laki yang bijaksana menjadi abu.” Tanya para wanita itu lagi,” Ya Nabi Allah, Apa kekurangan kami di bidang ilmu pengetahuan dan agama ?” jawab Nabi, “Bukankah suara 2 orang wanita sebanding dengan suara seorang pria?” para wanita itu mengiyakan. Lanut Nabi,” Inilah kekurangan para wanita dalam bidang ilmu pengetahuan. Bukankah seorang wanita tidak bisa sholat ataupun puasa pada saat dia menstruasi ?” Para Wanita itu mengiyakan lagi. Kata Nabi,”Itulah kekurangan mereka di bidang agama”.
Karena kodrat perempuan yang sering pelupa dan penakut itu, maka diangkatlah seorang lelaki menjadi pemimpin bagi kaum wanita, hal ini seperti tertulis di Alquran:
An-Nisa [4:34] Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Perempuan itu penakut pada dasarnya, mereka takut sama kecoak sehingga kalau melihat kecoak mereka naik kursi jerit-jerit nggak karuan, kalao melihat tikus mereka menjerit dan meloncat, melihat wajah orang seram dikit langsung takut karena dikira preman pasar, atau pencopet.
Sudah kenyataan bahwa kalau ada kejadian pencopetan, yang berani mengejar itu adalah kebanyakan cowok. Kalau ceweq ditanya kesaksiannya, yang mungkin karena ketakutan kaum wanita itu yang berlebihan, sering terjadi salah tuduh, misalnya: “Yang itu, pake baju merah pokoknya.” kesaksian diragukan. Jadi karena sifat penakutnya itulah maka kesaksian wanita harus didukung oleh 4 orang saksi.
Sudah sifat perempuan itu yang takut kalau merasa melihat hantu, pingsan, kalau meliat ada saudara atau seseorang yg dicintai meninggal, gampang shock terus pingsan terus-terusan. Wanita itu lemah adanya, gampang histeris, dikit-dikit nangis… Maka karena itu seorang wanita harus dipimpin oleh kaum lelaki yang berani.
Allah SWT nggak mungkin salah dalam mempertimbangkan sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar